Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Nihil Tangani Kasus Korupsi Hingga Akhir Tahun, Kejari di Riau Terancam Disanksi
PEKANBARU - Sejumlah Kejaksaan Negeri (Kejari) di Provinsi Riau nihil dalam penanganan kasus korupsi selama Januari hingga Agustus 2020. Jika hingga akhir tahun tidak ada melakukan penanganan kasus korupsi, maka Kejari itu terancam akan diberi sanksi.
Kejari yang nihil adalah Kejari Dumai. Tidak ada kasus penyidikan, penyelidikan maupun penuntutan. Sementara Kejari Kampar dan Indragiri Hilir (Inhil) menangani penuntutan pelimpahan berkas perkara dari kepolisian, masing-masing 2 dan 6 perkara.
Dari data Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada 14 September 2020 yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Ali Mukartono, Kejari terbanyak menangani korupsi di Riau adalah Kejari Kuantan Singingi.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Institusi yang dipimpin Hadiman itu menangani 12 perkara di tingkat penyelidikan, 6 perkara di tingkat penyidikan, dan menyidangkan 6 perkara pengusutan kejaksaan dan 3 perkara limpahan penyidik kepolisian.
Kejari Rokan Hilir menangani 2 perkara di tingkat penyelidikan dan 2 perkara di tingkat penyidikan.
Kejari Rokan Hilir juga menyidangkan 1 kasus korupsi yang ditangani kejaksaan dan 5 kasus dari kepolisian.
Kejari Bengkalis menangani 1 kasus penyelidikan dan 3 penyidikan. Saat ini, Kejari Bengkalis juga menyidangkan tiga perkara yang diusut oleh kejaksaan.
Kejari Pelalawan menangani 1 kasus di tingkat penyelidikan dan 4 kasus di tingkat penyidikan. Tiga kasus dalam proses penuntutan.
Kejari Rokan Hulu dan Kejari Kepulauan Meranti masing-masing menangani 1 kasus di tingkat penyelidikan dan 1 kasus di tingkat penyidikan. Tidak ada kasus dalam proses penuntutan baik yang ditangani kejaksaan maupun limpahan dari kepolisian.
Kejari Siak menangani satu kasus di tingkat penyelidikan, satu kasus penuntutan kejaksaan dan tiga kasus penuntutan dari kepolisian. Kejari Pekanbaru hanya menangani tiga kasus penuntutan.
Sementara Kejari lainnya di Riau, menangani masing-masing 1 kasus korupsi di tingkat penyelidikan. Tingkat penyidikan di Kejari Pelalawan 4 kasus, Kejari, Kepulauan Meranti 1 kasus, Rokan Hulu 1 kasus.
Untuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau sendiri, menangani 20 kasus dugaan korupsi di tingkat penyelidikan dan 7 kasus di tingkat penyidikan. Satu kasus yang ditangani Kejati sedang dalam penuntutan.
Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi, mengatakan, pihaknya terus mendorong Kejari untuk melakukan penegakan hukum kasus dugaan korupsi di wilayah kerja masing-masing.
Hilman mempertanyakan kinerja Kejari yang tidak menangani kasus korupsi. Respon Kejari terhadap laporan-laporan dugaan korupsi di daerah masing-masing juga dipelajari.
"Kalau masih ada unjuk rasa terhadap laporan Tipikor, tidak bisa juga mengatakan tidak ada korupsi," tutur Hilman, Selasa (22/9/2020).
Dia mengingatkan, sejumlah Kejari masih punya waktu untuk memperbaiki kinerjanya hingga akhir tahun 2020. Jika tetap tidak berubah, dimungkinkan akan ada sanksi yang diberikan.
"Tetap kita dorong tapi finalnya nanti di akhir tahun. Dari pimpinan, tetap akan ada sanksinya," tutur Hilman.
Dalam penanganan perkara rasuah, Korps Adhyaksa juga meminta peran aktif masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait adanya dugaan penyimpangan terhadap uang rakyat. Dia meyakini, laporan itu akan ditindaklanjuti oleh jaksa.
"Kalau memang ada (dugaan korupsi), laporkan tapi harus bertanggung jawab. Laporan yang bertanggung jawab itu dalam artian didukung oleh fakta dan bukti awal. Nanti kita sebagai penegak hukum, bisa mengembangkan," papar Hilman.
.png)

Berita Lainnya
1.985 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Hadang Simpatisan Habib Rizieq Shihab
Tantang Polisi di Medsos, "Jenderal Narkoba" Ditangkap di NTB
Anggota FPI Terduga Teroris di Ciputat Mengaku 'Dicuci Otak' Setiap Malam Jumat
Dikendalikan Napi, Polres Inhil Bongkar Jaringan Narkoba Kiloan
Sudah 14 Kali Menjambret, Remaja Ini Tertangkap Setelah Tabrak Sepeda Motor
Polisi Gagalkan Narkoba Selundupan Asal Belanda untuk Perayaan Tahun Baru
Kakek 60 Tahun Bolak Balik Masuk Penjara Gegara Kasus Curanmor
Tegur Tetangga sedang Karaokean, Seorang Bidan Disiram Air Panas
Jika Tidak Terbuti, Kajari akan Laporkan Balik Bupati Kuansing
Diduga Terlibat Prostitusi Online, Gadis Remaja Ini Diamankan Polisi
BNNP Riau Gagalkan Peredaran 20 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Pil Ekstasi
Driver Ojol Ramai-ramai Datangi Mapolresta Pekanbaru